18 Tahun Disekap dan Diperkosa

Diposting oleh Gembul on Sabtu, 04 Juni 2011










Selama 18 tahun, Jaycee Dugard hidup dalam sekapan penculik. Ia harus melayani napsu birahi sang penyekap jika tak ingin disiksa. Ia menjadi budak untuk mengatasi masalah seksual penyekap.

Kisah itu terungkap detail dalam dokumen kesaksian korban, seperti dilaporkan Reno Gazette-Journal, yang dilansir news.com.au.

Kesaksian itu membuat El Dorado County, Amerika Serikat, menjatuhkan hukuman penjara 431 tahun kepada sang penyekap, Phillip Garrido, 60. Sedangkan istrinya Nancy Garrido, 55, menerima hukuman 36 tahun penjara, dalam kasus sama.

Dugard mengatakan pemerkosaan yang menimpanya tak jarang dilakukan di depan kamera. Terjadi selama bertahun-tahun, lebih dari sekali dalam seminggu. Namun, frekuensinya mulai berkurang menjadi dua atau tiga bulan sekali, setelah Dugard melahirkan anak pertamanya pada 1994.

Sang penyekap berhenti melakukan kekerasan seksual setelah Dugard melahirkan anak kedua pada 1997. Dari kekerasan seksual itu, Dugard yang kini berusia 31 tahun memiliki dua anak. "Dia (penyekap) tampaknya tahu saya sangat ketakutan hamil lagi," kata Dugard.

"Dia berkata bahwa dia hanya tidak dapat menahan diri, tapi dia benar-benar berusaha menghentikan semuanya. Dan, kemudian saya hamil. Itu terakhir dia berhubungan seksual dengan saya, ketika saya hamil anak kedua," Dugard menambahkan.

Dugard diculik saat sedang berjalan kaki ke halte bus di dekat rumahnya, California, 1991. Sebuah mobil tiba-tiba mendekat dan seseorang dari dalam mencoba menariknya masuk. Saat mencoba menghindar, ia disengat senjata setrum. Ia pun lunglai dan dibekap di bawah selimut di dalam mobil.

"Saya sangat takut. Beberapa bulan pertama, dia selalu memakai senjata setrum untuk mengancam saya jika tak mau mengikuti permintaannya," katanya.

Dugard baru bebas dari sekapan pada Agustus 2009. Ia ditemukan bersama dua anaknya di sebuah gedung tua, tak jauh dari kediaman pasangan penyekapnya, di Antiokhia, 64 kilometer timur laut San Francisco.

Kini, Dugard telah menyelesaikan sebuah memoar tentang siksaan yang membuat hidupnya terampas selama 18 tahun. Memoar ini dijadwalkan dirilis pada pertengahan Juli mendatang.

Sumber:http://dunia.vivanews.com/news/read/224440-jaycee-dugard--18-tahun-disekap---diperkosa
More about → 18 Tahun Disekap dan Diperkosa

10 Kata Kunci Agar Kita Bahagia

Diposting oleh Gembul

Tujuan dari kehidupan manusia adalah kebahagiaan, begitu kata pemimpin spritual Tibet, Dalai Lama. Dalam hidupnya manusia selalu mencari kebahagiaan, menjadi bahagia adalah sebuah proses panjang dalam hidup manusia.

Situs The Telegraph, Selasa 12 April 2011, menulis tentang 10 kata kunci yang bisa melapangkan sesorang menuju bahagia. Inilah sepuluh kata itu.

1. Memberi
Berbuatlah untuk orang lain, membantu sesama. Misalnya, Anda bisa menjadi sukarelawan dalam sebuah acara amal di saat senggang.

2. Berhubungan
Menjalin hubungan dengan orang lain dan jaga hubungan itu. Segera kontak teman baik Anda yang sudah lama tidak Anda hubungi.

3. Olahraga
Rawat tubuh Anda. Mulailah berlari hari ini juga.

4. Menghargai
Perhatikan hal-hal yang ada di sekitar Anda dan menghargai hal tersebut.

5. Mencoba
Selalu mencoba dan belajar hal baru. Misalnya, belajar bahasa asing.

6. Tujuan
Selalu membuat resolusi, tujuan dan prioritas.

7. Lenting
Belajar dari kesalahan dan selalu memperbaiki diri, jangan larut dari kesalahan atau pun kekalahan. Seperti per yang lenting, dia bisa meregang lalu kembali lagi.

8. Positif
Selalu berpikir positif. Fokus dalam momen-momen yang membuat Anda bahagia sehingga menghilangkan aura negatif.

9. Menerima
Menerima dirimu apa adanya. Selalu berusaha untuk nyaman dengan dirimu sendiri.

10. Berarti
Masuk ke dalam bagian dari sebuah komunitas bisa membuat Anda lebih berarti. Misalnya, Anda bergabung dalam sebuah klub hobi.

Sumber: http://ureport.vivanews.com/news/read/224412-10-kata-kunci-agar-kita-bahagia
More about → 10 Kata Kunci Agar Kita Bahagia

KPK Kirim Tim Penjemput

Diposting oleh Gembul on Jumat, 03 Juni 2011










Jakarta-HARIAN BANGSA
Kabar tertangkapnya tersangka kasus travel cek, Nunun Nurbaetie, di Thailand, oleh tim penyidik KPK, ternyata masih simpang siur. al tersebut setelah ada pernyataan dari Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, Selasa (31/5).
"Yang benar adalah memang ada tim kami yang saat ini sedang melakukan koordinasi dengan pihak kejaksaan di Thailand dalam kaitan dengan posisi ibu Nunun," kata Johan.
Tim penyidik dari KPK ternyata sedang meminta bantuan Kejaksaan Thailand dalam upaya pemulangan, Nunun Nurbaetie ke tanah air. Sebab, tim KPK tidak bisa menangkap Nunun, tanpa bantuan Kejaksaan setempat melalui Kedutaan Indonesia.
Menurut Johan, Tim KPK yang sudah berkoordinasi dengan Kejaksaan dan Kepolisian Thailand, diketahui berjumlah empat orang dan telah berada di Bangkok, sejak beberapa hari lalu.
Kini, tim tersebut telah dilengkapi surat permintaan resmi kepada Kejaksaan Thailand agar bisa berpartisipasi untuk menghadirkan Nunun di Kedutaan Indonesia.
"Ada juga pemberitahuan kepada pihak keamanan di sana, jika paspor bersangkutan sudah dicabut,"terang Johan.
Johan menjelaskan, karena terikat perjanjian ekstradisi, yang berwenang melakukan penangkapan adalah lembaga penegak hukum di sana seperti Kepolisian dan Kejaksaan. KPK tidak bisa menangkap tangan Nunun karena terbatas pada aturan tersebut. "Itu kan bukan wilayah kita, tapi karena ada kerjasama ekstradisi kita minta penegak hukum di sana yang menangkapnya," ujar Johan.
Pernyataan Johan itu sekaligus membantah adanya rumor bahwa KPK telah menangkap Nunun di Thailand pada Selasa (31/5). Sekali lagi, Johan menegaskan bahwa KPK tidak memiliki kewenangan melakukan penangkapan itu. Ditanya alasannya mengapa KPK terlebih dahulu mengirimkan tim ke Thailand, Johan menjawab bahwa itu hanya karena masalah teknis saja.
KPK mendapatkan informasi bahwa Nunun tinggal di dua negara yaitu Singapura dan Thailand. Sehingga, KPK juga akan mengirimkan tim penjemput ke Singapura. Seperti diketahui, KPK menetapkan Nunun Nurbaeti sebagai tersangka kasus cek pelawat. Ia diduga memberikan suap kepada puluhan mantan anggota DPR RI Periode 1999-2004 terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Miranda Swaray Goeltom pada 2004 lalu.
Kedutaan Besar RI di Bangkok, Thailand membantah jika Nunun sudah ditangkap dan berada di Wisma KBRI. "Sepengetahuan saya, sampai saat ini tidak ada beliau (Nunun) di rumah itu," kata Sekretaris Pertama KBRI di Thailand, Suargana Pringganu.
Suargana menjelaskan, kantor Kedutaan RI di Thailand, yang beralamat di Jalan Petchburi, Bangkok, memang memiliki wisma. Tetapi, wisma itu hanya digunakan oleh Duta Besar RI untuk Thailand, Muhammad Hatta.
"Memang di sana juga ada rumah singgah, tetapi itu tidak pernah digunakan sebagai tempat singgah," kata Suargana. Dia melanjutkan, rumah singgah di kompleks kedutaan itu hanya digunakan untuk keperluan Duta Besar.
Posisi Wisma, Kantor Kedutaan, dan rumah singgah berada dalam satu kompleks. Apakah ada kabar Nunun ditempatkan di rumah singgah? "Setahu saya tidak," tegas Suargana.
Mantan Wakil Kepala Polri Adang Darajatun terkejut mendengar kabar istrinya, Nunun Nurbaeti, tertangkap di Thailand. Nunun adalah tersangka dalam kasus dugaan suap cek perjalanan terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004.
"Pak Adang tertawa, kaget, ada-ada saja nih wartawan," ujar kuasa hukum Nunun, Ina Rahman, saat dihubungi, Selasa (31/5).
Menurut Ina, pihak keluarga belum mengetahui perihal penangkapan Nunun. Ia mengatakan, kabar tersebut hanya gosip. "Saya komunikasi setiap hari dengan Pak Adang, baru dengar kalau Ibu ditangkap," katanya.
"Kalau memang sudah ada (penangkapan), aku sudah terbang ke Thailand," tambah Ina.
Hingga kini Ina juga belum mengetahui keberadaan kliennya. Seperti sebelum-sebelumnya, Nunun sedang sakit dan menjalani pengobatan di luar negeri. Namun, kata Ina, hanya pihak keluarga yang mengetahui keberadaan Nunun.
Nunun ditetapkan sebagai tersangka sejak akhir Februari. Namun, KPK baru mengumumkan status Nunun tersebut pada 23 Mei lalu di hadapan Komisi III DPR. Nunun disangka memberikan sejumlah cek perjalanan kepada anggota DPR 1999-2004.
Kasus cek perjalanan menjerat 26 anggota DPR 1999-2004 sebagai tersangka. Sebanyak 24 politisi di antaranya tengah menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Dalam dakwaan terhadap para politisi itu disebutkan bahwa cek perjalanan diberikan Nunun melalui Ary Malangjudo.

Sumber: http://www.harianbangsa.com/index.php?option=com_content&view=article&id=5795:kpk-kirim-tim-penjemput&catid=1:headline&Itemid=54
More about → KPK Kirim Tim Penjemput

Cek Mobil Tahunan, Cegah Kendala Di Jalan raya (Bag.4-Habis)

Diposting oleh Gembul





JAKARTA - Tahunan

- Cek terminal aki, pastikan terbebas dari jamur dari sisa reaksi kimia di kutub (postif dan negatif) aki.

- Periksa kekencangan tali kipas, cek apakah ada kerusakan yang mungkin terjadi seperti retak atau kering.

- Perhatikan apabila sudah rusak atau termakan usia segera diganti seperti kampas kopling, filter karburator, pelek, ban, suspensi, baut-mur, bantalan kemudi,

- Periksa atau kuras tangki jika diperlukan.

- Periksa kualitas aki, jika sudah mulai soak mesti segera diganti.

- Cek mesin juga sistem kelistrikan secara keseluruhan dan pastikan semua komponen mesin dalam kondisi maksimal.

Sumber: (mobil.otomotifnet.com)
More about → Cek Mobil Tahunan, Cegah Kendala Di Jalan raya (Bag.4-Habis)

Cek Mobil Bulanan, Cegah Kendala Di Jalan raya (Bag.3)

Diposting oleh Gembul


JAKARTA - Bulanan

- Cek volume minyak rem, tambahkan jika volumeya berkurang. Sesuaikan dengan spesifikasi yang dianjurkan pabrik.

- Cek volume minyak power steering, jangan sampai kemudi terasa berat dan tidak nyaman. Hal ini pertanda minyak hampir habis. Perhatikan pula bagian power steering ada kebocoran atau tidak.

- Cek kualitas oli mesin, ganti jika oli mesin sudah keruh

- Perhatikan kualitas filter udara, bersihkan secara hati-hati, apalagi bila mobil sering di gunakan di daerah yang berdebu.

- Cek kebersihan filter bensin, kuras dan bersihkan. Ganti filter bensin bila mobil telah menempuh jarak 30.000 km.

Sumber: (mobil.otomotifnet.com)
More about → Cek Mobil Bulanan, Cegah Kendala Di Jalan raya (Bag.3)

Cek Mobil Mingguan, Cegah Kendala Di Jalan raya (Bag.2)

Diposting oleh Gembul


JAKARTA - Mingguan
Pengecekan dititik beratkan pada bagian-bagian yang berhubungan dengan cairan dan yang memiliki volume atau isi.

- Cek volume radiator. Cermati seluruh bagian radiator (slang-slang, tabung cadangan serta air radiatornya). Mulai dari membuka karet, slang sampai kisi-kisinya, pastikan tidak ada yang bocor.

Bisa juga dengan melihat bagian bawah mobil, ada tetesan air atau tidak. Terutama yang tepat di bawah radiator dan slang-slangnya. Kalau dibiarkan mesin bisa over head alias kepanasan.

- Cek peranti pengeraman, pastikan berfungsi maksimal.

- Perhatikan volume air aki dengan mengecek level indicator. Cara melihatnya bisa dengan menerangi dengan senter lewat bagian belakang aki. Kondisi air aki jangan sampai kurang dari garis lower level, segera tambahkan air aki bila kurang. Kalau dibiarkan efeknya bisa bikin aki rusak sehingga tidak bisa menyimpan listrik dengan baik.

- Periksa oli mesin. Cek dengan cara mencabut stik oli (deep stick) pastikan volume oli mesin dalam batas standar. Bila di bawah garis normal, tambahkan dengan oli yang biasa Anda pakai.

- Cek tekanan angin ban sesuai dengan standar yang ditentukan pabrikan (lihat buku petunjuk pemilik kendaraan). Kelebihan atau kekurangan angin bisa menyebabkan ban meletus.

Sumber: (mobil.otomotifnet.com)
More about → Cek Mobil Mingguan, Cegah Kendala Di Jalan raya (Bag.2)

Cek Mobil Harian, Cegah Kendala Di Jalan raya (Bag.1)

Diposting oleh Gembul











JAKARTA - Pengecekan secara berkala, mutlak dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi kendaraan. Nah intensitas pemakaian mobil, tentunya mesti dibarengi dengan pengecekan rutin dimulai dari harian, mingguan, bulanan hingga tahunan.

“Dengan disiplin melakukan pengecekan akan berimbas juga pada aspek safety driving yang terkait kenyamanan berkendara,” jelas Asep Sugiyanto, service manager dealer Mazda di Jl. Suryopranoto, No. 77-79, Jakpus.

Terdapat beberapa bagian yang harus dicek sesuai dengan intesitas pemakaian harian, mingguan, bulanan hingga tahunan. “Lakukan scanning secara rutin, pastikan beberapa bagian berfungsi dengan baik dan benar,” saran Agung Sri Hartomo, service advisor dealer Mazda Suryopranoto.

Pengecekan berkala termasuk bagian terpenting dan seharusnya telah menjadi kebiasaan pemilik mobil. “Pengecekan berkala sangat penting karena komponen mesin selalu bergesek dan membutuhkan pelumasan. Begitupun untuk komponen fast moving, yang rutin harus diganti ketika usia pakainya habis. Tak ketinggalan bagian interior dan eksterior, yang mesti dirawat agar awet dan tampilannya selalu terjaga,” urai Boediarto, staff department service PT. Krama Yudha Tiga Berlian Motor, Jakarta.

Cek semua cairan yang ada di komponen pendukung, mulai dari air radiator, oli dan lainnya

Nah dengan melakukan pengecekan teratur maka upaya untuk mengeliminasi risiko kecelakaan akibat tidak berfungsi komponen mobil sudah dilakukan. Alhasil berkendara akan lebih aman dan nyaman. Berikut ini beberapa poin pengecekan yang sebaiknya dilakukan.

Harian
Bisa dilakukan setiap pagi saat hendak berangkat beraktivitas. Lakukan sambil memanaskan mesin mobil.

- Periksa fungsi dan kondisi kedua kaca spion. Pastikan pandangan ke belakang tidak terganggu.

- Periksa fungsi lampu utama, lampu rem dan lampu sein. Jika ada yang mati atau rusak segera perbaiki atau ganti baru.

- Perhatikan apakah terdapat error indicator pada panel dashboard yang menyala. Biasanya saat kontak diputar dan mesin menyala, lampu indicator akan padam jika kondisi normal. Namun sebaliknya jika menyala terus tandanya ada masalah pada bagian tersebut.

- Cek kebersihan interior misalnya jok, trim pintu bagian bawah dan plafon. Jangan ada barang-barang yang berserakan di lantai atau atas jok. Karena bisa menimbulkan efek cedera lebih parah saat kecelakaan.

Sumber(mobil.otomotifnet.com)
More about → Cek Mobil Harian, Cegah Kendala Di Jalan raya (Bag.1)