Nasib " Shaun The Sheep" Tidak Ditayangkan

Diposting oleh Gembul on Selasa, 01 November 2011


Per tanggal 7 November 2011 program kartun anak "Shaun The Sheep" tidak akan ditayangkan lagi di MNC TV. Dimohon para orang tua untuk memberitahu atau penjelasan kepada anak-anak / keponakan-keponakan yang senang menonton film tersebut agar tidak kecewa.

Terima Kasih Atas Perhatiannya

 
 TTD                
(Panitia Qurban)       
Sumber
More aboutNasib " Shaun The Sheep" Tidak Ditayangkan

Seks Oral Sebabkan Kanker

Diposting oleh Gembul






Berhati-hatilah dengan seks oral. Para ilmuwan di Amerika Serikat mengatakan ada kaitan kuat antara kegiatan seks oral dan kanker. Mereka kini mencoba mengungkap mengapa human papillomavirus menyebabkan peningkatan kasus kanker mulut pada pria kulit putih di negara itu.


Bukti-bukti seputar hubungan kanker mulut dan seks oral sebenarnya sudah lama diungkapkan para peneliti. Para ahli bahkan menemukan kanker mulut akibat infeksi human papillomavirus (HPV) kini lebih banyak terjadi dibandingkan dengan akibat penggunaan tembakau. Di AS, antara tahun 1974-2007 telah terjadi peningkatan kasus kanker mulut sampai 225 persen, mayoritas pada pria kulit putih.

"Jika dibandingkan dengan orang yang mendapat infeksi oral atau tidak, faktor risiko terbesar adalah jumlah pasangan kegiatan seks oral. Semakin banyak jumlah pasangan, semakin tinggi risikonya terkena kanker," kata Maura Gllison dari Ohio State University.

Studi sebelumnya menyebutkan, seseorang yang pernah melakukan seks oral dengan enam atau lebih pasangan dalam hidupnya memiliki risiko kanker 18 kali lebih tinggi dari mereka yang jumlah pasangannya kurang dari enam orang.

Salah satu hal yang masih menjadi misteri adalah mengapa peningkatan kasus kanker mulut lebih banyak ditemui pada pria kulit putih. Dibutuhkan waktu panjang untuk menjawabnya. Namun, para ahli yakin teknologi untuk mendeteksi HPV yang sudah dipakai di bidang kanker serviks akan membantu.

Saat ini diketahui terdapat 150 tipe HPV yang berbeda dan 40 tipe di antaranya bisa menyebabkan penyakit menular seksual. Beberapa di antaranya menyebabkan kutil kelamin dan sisanya bisa meningkatkan risiko kanker mulut, anal, vagina, dan penis.


Sumber
More aboutSeks Oral Sebabkan Kanker

Seks Hebat, 10 Menit Cukup

Diposting oleh Gembul





Sebuah fakta baru, tidak perlu seks maraton semalaman untuk membuat wanita berdecak kagum kepada Anda. Dengan waktu 10 menit saja Anda sudah bisa mendapatkan seks yang hebat.


Waktu 10 menit itu bukan angka yang muncul begitu saja, tetapi berdasarkan hasil survei terhadap 50 anggota perkumpulan profesi seks terapis yang sering melakukan konseling orang yang memiliki masalah seksual. Berdasarkan pengalaman mereka, waktu yang dibutuhkan untuk kegiatan bercinta yang panas sebenarnya tak perlu terlalu lama, tetapi juga jangan terlalu cepat.

Menurut para ahli tersebut, waktu 1-2 menit terlalu singkat, sementara 3-7 menit bisa diterima, dan lebih dari 13 menit terlalu lama. Waktu bercinta antara 7dan 13 menit dianggap sebagai "waktu yang diinginkan" untuk mencapai kepuasan.

Eric Corty, peneliti dari Penn State University, Amerika Serikat, mengatakan, budaya populer telah menimbulkan ide-ide yang tidak realistis mengenai waktu ideal untuk bercinta.

"Banyak pria dan wanita yang meyakini fantasi mereka akan hubungan seks sepanjang malam. Padahal, faktanya, hal itu bisa menimbulkan kekecewaan. Kami berharap hasil survei ini bisa mengusir fantasi itu dan mendorong pria dan wanita lebih realistis," kata Corty.


Sumber
More aboutSeks Hebat, 10 Menit Cukup

Jangan Ragu Bercinta Saat Hamil

Diposting oleh Gembul





Tak perlu ragu menikmati seks ketika Anda sedang berbadan dua. Penelitian ilmiah menunjukkan, hubungan seks pada wanita hamil termasuk aman dan tidak menimbulkan risiko keguguran seperti yang dikhawatirkan orang selama ini.


Apabila ibu hamil dalam kondisi baik, hubungan seks bisa dilakukan secara normal. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Canadian Medical Association Journal menyatakan, hanya sedikit kondisi medis yang menghalangi ibu hamil menikmati hubungan intim. Bahkan, sejauh ini dinyatakan hanya sedikit bukti imiah yang menyatakan hubungan seks bisa menyebabkan kelahiran prematur.

"Absen bercinta adalah rekomendasi yang bisa dilakukan ibu hamil dengan risiko tinggi untuk menghindari bahaya persalinan prematur," kata para peneliti dalam laporannya.

Dalam penelitiannya, tim peneliti dari Mount Sinai Hospital dan tim dari University of Toronto, mencari bukti ilmiah kondisi kehamilan yang berbahaya jika dilakukan hubungan seks.

Pada perempuan yang memiliki riwayat keguguran lebih dari sekali atau pernah melahirkan bayi prematur, memang rekomendasi untuk absen bercinta masih bisa dilakukan, meski tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan dengan jelas manfaat dari absen bercinta ini.

Hubungan seks yang aman tetap harus menjadi perhatian ibu hamil karena penyakit infeksi menular seksual, seperti infeksi uterus dan organ reproduksi tetap bisa terjadi selama kehamilan.

Kondisi kehamilan lain yang dinilai beresiko tinggi adalah placenta previa (plasenta menutupi jalan lahir). Dalam kondisi ini, penis atau alat bantu seks (sex toys) dikhawatirkan mengenai plasenta dan menyebabkan perdarahan.

Seks oral juga tidak disarankan ketika kehamilan karena beresiko terjadinya iritasi, bahkan penyumbatan pembuluh darah (emboli) yang dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin. Risiko terjadi jika suami meniupkan udara ke vagina.

Sumber
More aboutJangan Ragu Bercinta Saat Hamil

Pentingnya "Afterplay" Usai Bercinta

Diposting oleh Gembul



 Kepuasan, rasa rileks dan nyaman yang dirasakan pasca orgasme memang kerap menimbulkan rasa mengantuk. Tetapi sebaiknya Anda jangan buru-buru memejamkan mata setelah berhubungan seks karena inilah momen terbaik untuk mengekpresikan cinta dan perhatian pada pasangan.

"Setelah berhubungan seks hormon oksitosin yang berkaitan dengan rasa saling keterikatan akan meningkat, sehingga ini adalah waktu yang tepat untuk menguatkan hubungan dengan pasangan," kata Daniel Kruger dari University of Michigan School of Public Health.

Kebutuhan akan perhatian dan ungkapan cinta dari pasangan setelah aktivitas bercinta ini akan lebih meningkat pada saat wanita hamil. Karena itu menurut Kruger, para suami yang istrinya sedang hamil harus lebih memperhatikan kebutuhan tersebut demi ikatan emosional jangka panjang.

Pentingnya aktivitas usai bercinta atau biasa disebut juga dengan afterplay ini diteliti oleh Kruger terhadap 450 pasangan heteroseksual di AS yang rata-rata berusia 20-an tahun. Mereka yang tidak langsung tertidur usai bercinta mengatakan ingin lebih sering melakukan aktivitas afterplay dan menginginkan komunikasi dan ikatan yang lebih kuat dengan pasangannya.

Ternyata bukan hanya wanita yang menginginkan bonding dengan pasangannya, para pria juga berharap hal yang sama. "Pria juga peduli pada kelanggengan hubungan dan ingin membuat senang pasangannya," katanya.

Ada banyak aktivitas yang dilakukan sebagai afterplay, misalnya saling memeluk, berciuman lembut, membelai, mandi bersama, memijat, atau berbicara dari hati ke hati sambil tak lupa mengucapkan kata I love you.

Sumber
More aboutPentingnya "Afterplay" Usai Bercinta

Memahami Ungkapan Wanita Saat Bercinta

Diposting oleh Gembul





Banyak pria kerap kesulitan memahami atau menerjemahkan apa yang diinginkan wanita saat berhubungan intim. Pasalnya, kaum Hawa sendiri ternyata memang sulit untuk mengekspresikan dan menyampaikan apa yang sebenarnya mereka inginkan dan rasakan saat bercinta.


Menurut hasil penelitian terbaru para ahli dari Johns Hopkins University, kaum wanita kerap kesulitan mengungkap apa yang mereka rasakan di tempat tidur. Bahkan, mereka juga mengalami hambatan dalam memahami perasaaan seksualitasnya.

Meski demikian, fakta ini bukanlah berarti kiamat bagi kaum pria. Para ahli meyakinkan, setiap pria tetap dapat menjalin komunikasi yang baik untuk mencapai kepuasan bersama dengan cara menerjemahkan dengan tepat apa yang diungkapkan wanita di tempat tidur.

Pakar seksualitas yang juga profesor dari Universitas Washington, Pepper Schwartz, PhD, mengatakan, kaum pria terkadang keliru mengartikan apa yang diungkapkan pasangannya saat berhubungan intim. Hal itu justru dapat semakin mempersulit pasangan mencapai kepuasan.

Salah satu ungkapan yang kerap disalahartikan adalah saat wanita mengatakan "Don't Stop". Ungkapan itu diterjemahkan pria dengan meningkatkan kecepatan dan kekuatan, karena pasangan dianggapnya benar-benar sedang menikmati. Padahal, tindakan itu justru dapat mengganggu kenyamanan dan bahkan menjauhkan pasangan dari orgasme.

"Ketika wanita mengatakan, 'Don't stop,' hal itu sebenarnya berarti, 'Jangan mengubah apa pun yang sedang Anda lakukan'," kata Pepper yang juga menjadi konsultan pada perfectmatch.com.

Letak titik kepuasan kaum perempuan, ujar Schwartz, memang sangatlah spesifik. "Sehingga, mengubah posisi berhubungan—bahkan cuma sedikit saja—bisa merusak dan mengganggu orgasmenya," ujarnya.

Hal lain yang juga kerap keliru diterjemahkan adalah ekspresi. Beberapa wanita memang akan menunjukkan ekspresi yang hebat saat akan mencapai orgasme, tetapi ada pula yang hanya menahan napas dan kemudian diam sesaat sebelum mencapai orgasme.

"Banyak pria berpikir, pasanganya tidak menikmati," kata Schwartz. "Tetapi, jika Anda mengubah apa yang Anda lakukan, dia bisa kehilangan kesempatan untuk orgasme," katanya.

Menurut Schwartz, komunikasi adalah kunci menuju hubungan yang baik. Jadi, apabila Anda terus mengalami masalah dalam memahami dan menerjemahkan apa yang diinginkan pasangan, bicarakanlah secara terbuka.

Sumber
More aboutMemahami Ungkapan Wanita Saat Bercinta

Banyak Orangutan Dibunuh untuk Dimakan

Diposting oleh Gembul





Studi yang dilakukan The Nature Conservancy (TNC) bersama 17 LSM lainnya dengan melakukan wawancara terhadap 6.972 warga dari wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah mengungkap bahwa banyak orangutan dibunuh untuk dimakan.


"Latar belakang pembunuhan, ada 54 persen orangutan dibunuh untuk dikonsumsi. Tujuan lainnya adalah untuk membela diri dan karena dianggap sebagai hama oleh masyarakat," kata Niel Mirkanuddin, TNC Project Manager Kalimantan, di Jakarta, Selasa (1/11/2011).

Secara total, selama penelitian dilakukan TNC dari April 2008 hingga September 2009, ada 691 orangutan yang telah dibunuh. Sementara itu, dalam kurun waktu setahun sebelum diadakan penelitian, sudah ada 750-1800 orangutan yang mati karena beragam sebab.

Dilaporkan bahwa dari 687 desa yang disurvei, 145 di antaranya memiliki setidaknya 1 warga yang pernah membunuh orangutan. Di antara yang pernah membunuh, 2,7 persen membunuh satu selama hidupnya, 1,3 persen membunuh 2 orangutan, dan 0,5 persen membunuh 3-20 orangutan selama hidupnya.

Hasil penelitian menunjukkan, tingkat pembunuhan berhubungan dengan jarak terhadap kebun kelapa sawit, konsesi HPH atau hutan lindung, dan desa di dataran rendah. Ini menunjukkan bahwa semakin dekat dengan lokasi tempat manusia berkepentingan, pembunuhan semakin meningkat.

Meski banyak pembunuhan orangutan dilakukan untuk kepentingan konsumsi, kesalahan tak bisa begitu saja ditimpakan pada masyarakat. Perlu dianalisa sehingga masyarakat tidak ditempatkan sebagai korban dalam kasus tersebut.

Dr Suci Utami Atmoko yang juga terlibat penelitian ini mengatakan, "Umumnya orangutan bukan target utama. Ada juga yang hanya karena terjepit. Ada yang mengatakan bahwa memang daging orangutan enak, tapi banyak yang mengatakan karena tidak ada pilihan lain."

Lepas dari soal sebab pembunuhan, Niel mengatakan bahwa penegakan hukum bagi pelaku pembunuhan harus ditegakkan. Sejauh ini, pembunuhan tetap berlangsung namun pelakunya tidak ditindak. Harus ada hukuman yang memberi efek jera.

Pemerintah menetapkan target bahwa tahun 2015, orangutan yang ada di tempat rehabilitasi harus dilepasliarkan. Jika penegakan hukum dan perlidungan orangutan belum dilakukan, yang akan terjadi justru "pembunuhan" orangutan yang seolah disengaja.

Sumber
More aboutBanyak Orangutan Dibunuh untuk Dimakan